4 November 2020 10:14 am

Body Harness, Pengaman Saat Bekerja pada Ketinggian

Body Harness, Pengaman Saat Bekerja Pada Ketinggian
Shock Absorber Shock absorber alias peredam kejut didesain untuk menyerap energi kinetik dan mengurangi tekanan yang timbul akibat terjatuh. Alat penahan jatuh ini memiliki tiga fungsi penting, di antaranya:
Mengurangi kekuatan tekanan maksimal dalam menahan tubuh pekerja saat terjatuh Mengurangi atau mencegah kerusakan komponen fall arrest systems (sistem penahan jatuh) Mengurangi kekuatan tekanan pada anchor Shock absorber biasanya diproduksi terpisah atau dirancang menyatu dengan lanyard. Menurut standar CSA Z259.11, shock absorber dapat meningkatkan panjang lanyard hingga 1,2 meter ketika menerima beban 100 kg dan jatuh dari ketinggian 1,8 meter.
LanyardAdalah tali pendek pengikat yang umumnya berfungsi untuk menahan guncangan bila pekerja terjatuh bebas. Pekerja bisa menggunakan lanyard untuk membatasi guncangan saat jatuh bebas dengan panjang maksimum 1,2 meter. Sebaiknya pasang lanyard lalu hook  paling tidak sejajar dengan dada. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jaravertikaatau jarak jatuh tubuh pekerja. Lanyard selalu diposisikan antara anchor point dengan body harness.
LifelineLifeline didefinisikan sebagai tali pengaman fleksibel yang terbuat dari serat, kawat, atau anyaman. Tali pengaman ini biasanya dikaitkan pada anchor point serta memiliki daya tarik minimum 2,75 ton atau setara dengan diameter tali 60 mm. Perangkat ini bisa dipasangkan secara vertikal maupun horizontal, tergantung kebutuhan. Jadi, pastikanlifeline benar-benar terpasang aman ke anchor point dan tidak mengalami kerusakan apapun yah, Sob! Anchor point (anchor)Sebelum bekerja pada ketinggian, pekerja harus memastikan bahwa anchor yang tersambung pada lifeline dan atau lanyard harus kuat, stabil, dan lokasinya sudah sesuai. Jika penggunaan anchor diperuntukkan sebagai pelindung atau penahan pekerja dari kemungkinan terjatuh, anchor harus mampu menahan beban setidaknya 3,5 kN (363 kg) atau setidaknya empat kali berat pekerja. Sedangkan, bilamana penggunaan anchor sebagai penahan saat terjatuh, anchor harus mendukung setidaknya 22 kN (2,5 ton). Fall arrestor (rope grab)Perangkat ini digunakan bila pekerja membutuhkan perpindahan tempat atau bergerak secara vertikal, biasanya berjarak cukup panjang. Bila pekerja bergerak ke atas, maka rope grab akan ikut bergerak naik mengikuti gerakan pekerja. Tetapi bila pekerja tersebut tiba-tiba terjatuh, maka perangkat ini secara mekanik akan mencengkeram lifeline. Retractable lifelineCara kerja retractable lifeline hampir sama seperti cara kerja sabuk pengaman mobil. Ketika pekerja melakukan gerakan vertikal atau horizontal, maka lifeline akan memanjang atau menarik kembali ke kondisi semula secara otomatis dan akan mengunci apabila terjadi tarikan secara tiba-tiba atau pekerja terjatuh. Hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan retractable lifeline adalah pastikan perangkat ini berada dalam posisi tegak lurus dengan tubuh pekerja untuk menghindari pendulum effect.
Berikut langkah-langkah menggunakan full body harness yang benar dan aman versi Big Owner: Pegang bagian D-Ring pada full body harness dan goyangkan secara perlahan, pastikan pula tak ada webbing alias tali yang terpelintir dan pengencangnya (chest strap) terbuka Pegang tali bahu (shoulder strap) dan masukkan kedua tangan ke dalam tali. Pastikan D-Ring berada di bagian belakang badan kamu, tepatnya pada bagian punggung di antara tulang belikat Tarik dan kencangkan tali kaki (leg strap), lalu pasangkan atau hubungkan pada buckle. Untuk jenis quick connect buckle, kamu akan mendengar bunyi 'klik' jika buckle sudah terpasang dengan benar. Atur lingkar tali pada kaki sesuai kenyamanan dan pastikan tali kaki tidak tertukar Pasangkan tali dada (chest strap) dan hubungkan tabulasi buckle pada receptor sampai terdengar bunyi 'klik' Kencangkan dan pastikan dengan tangan bahwa full body harness sudah terpasang benar dan tidak ada tali yang terpelintir Biarkan orang yang kompeten memeriksa full body harness dan memasang lanyard pada D-ring (bila diperlukan). Full body harness harus diperiksa secara visual sebelum digunakan, termasuk juga alat pelindung jatuh lainnya selayak lanyard dan lifeline. Pemeriksaan peralatan secara berkala oleh orang yang kompeten untuk mengecek kerusakan juga harus dilakukan setidaknya setiap enam bulan dan sebelum memulai pekerjaan di ketinggian. Jangan sekali-kali menggunakan full body harness jika ada kerusakan secara visual, tidak layak digunakan sesuai catatan inspeksi terakhir, atau dinyatakan tidak layak oleh orang yang kompeten, dan sudah melewati masa kedaluwarsa.  Sebelum bekerja di ketinggian, pastikan full body harness yang digunakan sesuai beban tubuh kamu dan hindari menggunakan full body harness melebihi kapasitas beban maksimum aman yang ditetapkan, yakni 310 lbs (141 kg).
Lakukan langkah-langkah penggunaan full body harness di atas secara benar demi keselamatan kamu saat bekerja pada ketinggian! Semoga bermanfaat yah. Sobat Safety!
Blog Post Lainnya
Ragam Fungsi Sarung Tangan Safety. Ragam Fungsi Sarung Tangan Safety.  Safety hand gloves bukan lagi sekedar kewajiban, namun juga kebutuhan bagi pekerja agar tangan tak tergores dan terluka parah, apalagi untuk kamu yang bekerja
Kenali Safety Jogger Lebih Dalam. Kenali Safety Jogger Lebih Dalam . . Mengingat banyaknya pekerja yang enggan menggunakan sepatu safety dengan alasan terlalu berat serta mengakibatkan kaki cepat lelah,  panas, dan alasan
3 Point Utama Alat Perlindung Diri. 3 Point Utama Alat Pelindung Diri Keselamatan dan kinerja operasional di tempat kerja adalah faktor penting untuk melindungi semua aset Anda: karyawan, fasilitas, dan kepentingan finansial Anda.